SBY Nostalgia di Magelang, dari Kuliner hingga Pesan Kedamaian

oleh -57 Dilihat
banner 468x60

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan kunjungan nostalgia yang hangat ke Kota Magelang, Jawa Tengah. Kehadiran beliau bertujuan untuk mengenang masa-masa indah saat menempuh pendidikan militer di Lembah Tidar puluhan tahun silam. Bahkan, antusiasme warga terlihat sangat besar saat menyambut kedatangan sosok yang lekat dengan citra tenang dan berwibawa tersebut di pusat kota.

SBY menilai bahwa Magelang selalu memiliki tempat khusus di hatinya karena kota ini membentuk karakter kepemimpinannya sejak muda. Oleh karena itu, beliau meluangkan waktu cukup lama untuk berkeliling mengunjungi sudut-sudut kota yang penuh dengan kenangan sejarah pribadi. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang bagi SBY untuk menyapa masyarakat secara langsung dalam suasana yang sangat santai dan akrab.

Menikmati Kelezatan Kuliner Khas Magelang

Dalam rangkaian kunjungannya, SBY tidak melewatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai kuliner legendaris yang menjadi langganannya sejak dulu. Selain itu, beliau terlihat sangat menikmati hidangan Kupat Tahu yang menjadi ikon kuliner Magelang bersama jajaran staf dan kerabat dekatnya. Sebab, keaslian cita rasa masakan lokal selalu menjadi daya tarik utama yang membuat beliau rindu untuk kembali berkunjung ke kota ini.

Akibatnya, warung makan yang beliau kunjungi mendadak ramai oleh warga yang ingin melihat lebih dekat aktivitas sang mantan presiden. Namun, SBY tetap melayani permintaan foto bersama dengan ramah sambil sesekali berbincang ringan mengenai perkembangan kota. Selanjutnya, beliau melanjutkan perjalanan menuju kompleks Akademi Militer (Akmil) guna meninjau kembali tempat yang membentuk kedisiplinannya sebagai prajurit.

Pesan Kedamaian dan Harapan Bangsa

Di sela-sela kunjungannya, SBY menyempatkan diri untuk berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat serta memberikan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan. Bahkan, beliau menekankan bahwa kedamaian adalah modal utama bagi bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang di tengah tantangan global. Oleh sebab itu, setiap elemen masyarakat harus saling menghormati perbedaan demi terciptanya stabilitas nasional yang kokoh.

Baca juga:Hujan Magelang Semakin Lebat Siang Ini

Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Nikmati Kupat Tahu Pojok,  Obati Rindu Kuliner Magelang - Radar Jogja

“Magelang mengajarkan saya tentang pengabdian dan keteguhan hati. Oleh karena itu, mari kita jaga kedamaian di negeri ini dengan penuh kasih sayang,” ujar SBY saat berbicara di hadapan awak media.

Selanjutnya, beliau mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan pembangunan di Magelang yang tetap mempertahankan kelestarian lingkungannya. Dengan demikian, perpaduan antara kemajuan kota dan kenyamanan alam dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga.

Lukisan dan Inspirasi di Lembah Tidar

Selain bernostalgia, SBY juga memanfaatkan keindahan alam Magelang sebagai inspirasi untuk menyalurkan hobi melukisnya. Sebab, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu yang megah selalu memberikan ketenangan batin bagi siapa saja yang memandangnya. Oleh karena itu, kunjungan ini juga menjadi sarana bagi beliau untuk melepas penat dari hiruk-pikuk aktivitas politik di ibu kota.

Berikut adalah tiga fokus utama kunjungan SBY:

  1. Nostalgia Militer: Mengunjungi almamater tercinta di Akademi Militer guna mengenang masa pendidikan taruna.

  2. Wisata Kuliner: Mempromosikan kelezatan makanan tradisional Magelang kepada khalayak luas melalui kunjungan langsung.

  3. Refleksi Kebangsaan: Menyampaikan pesan-pesan moral mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Meskipun demikian, beliau meminta agar kunjungan pribadinya ini tidak dikaitkan dengan urusan politik praktis yang sedang berkembang saat ini. Sebagai penutup, nostalgia SBY di Magelang ini membuktikan betapa kuatnya ikatan batin antara seorang pemimpin dengan kota yang membesarkannya. Dengan demikian, mari kita ambil teladan positif dari semangat beliau dalam mencintai kebudayaan dan menjaga perdamaian di tanah air.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.