Masih Ada 1.200 RTLH di Kota Magelang, Pemkot Gandeng

oleh -82 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang kini tengah berupaya keras menuntaskan masalah hunian bagi warga kurang mampu. Meskipun telah melakukan berbagai langkah renovasi, faktanya masih terdapat sekitar 1.200 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai kelurahan.

Guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Magelang kini mengambil langkah strategis dengan menggandeng berbagai instansi eksternal. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat pembenahan hunian agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang sehat dan aman.

Skala Prioritas Penanganan RTLH

Wali Kota Magelang mengungkapkan bahwa penanganan 1.200 unit rumah tersebut memerlukan fokus yang tajam. Oleh sebab itu, pemerintah daerah telah melakukan verifikasi faktual untuk menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan bangunan.

Selain itu, kriteria kesehatan lingkungan seperti akses air bersih dan sanitasi juga menjadi indikator utama dalam proses seleksi. Dengan demikian, bantuan yang tersalurkan akan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan bantuan mendesak.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Solusi

Menyadari bahwa dana APBD memiliki keterbatasan, Pemkot Magelang aktif membuka pintu kolaborasi. Bahkan, koordinasi kini mencakup pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta lembaga pengelola zakat.

Kota Magelang Masih Punya 1.200 RTLH, 2026 Ditarget Tuntas

Baca juga:Disdukcapil Magelang Indonesia Raya Serentak pukul 10.00 WIB

  • Sinergi dengan Baznas: Pemerintah mengoptimalkan dana zakat untuk renovasi rumah warga yang masuk kategori darurat.

  • Dukungan Pemerintah Pusat: Pemkot juga terus mengusulkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada kementerian terkait.

  • Keterlibatan Sektor Swasta: Perusahaan-perusahaan di wilayah Magelang mulai menyalurkan dana bantuan material sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan instansi lain adalah kunci utama agar 1.200 RTLH ini bisa tuntas dalam waktu yang lebih singkat,” tegas pihak Pemkot Magelang.

Dampak Positif bagi Kesejahteraan Warga

Langkah percepatan ini bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan semata. Lebih dari itu, rumah yang layak huni secara langsung akan menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Magelang.

Selanjutnya, lingkungan hunian yang sehat akan berdampak pada penurunan angka stunting dan peningkatan produktivitas warga. Oleh sebab itu, program pembenahan RTLH ini menjadi salah satu pilar utama dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Target dan Harapan ke Depan

Pemerintah Kota Magelang menargetkan pengurangan jumlah RTLH secara signifikan setiap tahunnya. Meskipun demikian, partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap menjadi faktor pendukung yang krusial.

Sebagai penutup, Pemkot mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pengusaha untuk turut peduli terhadap kondisi hunian di sekitarnya. Dengan begitu, visi Kota Magelang sebagai kota yang modern dan sejahtera dapat segera terwujud secara merata bagi seluruh penduduknya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.